Di ujung jalan itu kuletakkan harapan
Menanti jawaban sang penentu takdir
Aku sekuat tenaga mengais hati yang retak berkeping-keping
Mencoba menyambung pundi-pundi kehidupan
Kulihat mentari pagi masih berwana kuning
Memancarkan cahaya kebahagian kepada seluruh isi bumi
Kulihat pelangi masih dengan tujuh warnanya
Masih adakah untukku?
Hati yang kukais berwarna pekat
Setiap kepingnya terdapat duri
Kutahu sampai semalam ia terluka
Duri-duri itu menusuk pedih
Air mataku mengalir
Dari lubuk terdalam kuucap 'maaf'
Hati itu berwarna pekat
Setiap kepingnya terdapat duri
Kusiangi duri dengan keikhlasan
Kulekatkan dengan ketegaran
Dan kuletakkan hatiku bersanding dengan harapan
No comments:
Post a Comment